Henson & His Works

Showing posts with label Writing. Show all posts
Showing posts with label Writing. Show all posts

Friday, April 24, 2009

Buku Troubleshooting Komputer Cetakan Kelima

Kembali saya menerima kabar gembira dari PT. Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara atau yang lebih dikenal dengan nama Penerbit Puspa Swara Jakarta bahwa buku saya yang berjudul Troubleshooting Komputer telah dicetak ulang untuk kelima kalinya. Sungguh suatu kebahagiaan bagi seorang penulis buku saat buku-bukunya bisa dicetak ulang untuk yang kesekian kalinya karena hal itu menandakan bukunya dapat diterima secara antusias oleh masyarakat. Dalam dunia penerbitan buku, banyak kasus terjadi bahwa sebuah buku gagal menembus pasar sehingga buku tersebut hanya mentok pada cetakan pertama.

Pada cetakan kelima ini, masih belum ada perubahan dalam hal isi dan harga buku (Rp20.900,00). Sebenarnya sejak cetakan kedua, saya telah mengajukan revisi berupa penambahan lebih dari 20 bab baru agar isi buku menjadi lebih lengkap. Tapi nampaknya hingga sekarang pihak penerbit masih belum mau merealisasikannya karena alasan pemasaran. Ketika saya pergi ke toko buku, saya sering melihat buku ini terpajang di rak Toko Buku Karisma dan Toko Buku Gramedia, yang merupakan dua toko buku besar di Indonesia.

Monday, January 5, 2009

Sekilas tentang Dunia Penulisan Buku (Bagian 5)

Proses Penerbitan dan Pembayaran


Nah, bagian ini mungkin yang sangat ditunggu-tunggu oleh para penulis. Setelah naskah buku diajukan ke penerbit dan penerbit menyetujui naskah tersebut akan diterbitkan, penulis buku akan dikirimi Surat Perjanjian Penerbitan Buku yang berisi pasal-pasal yang berhubungan dengan penerbitan buku, misalnya masalah hak cipta, editing naskah, proses pencetakan buku, cetak ulang, dan masalah pembayaran.


Proses penerbitan buku meliputi kegiatan editing naskah, pembuatan cover buku, proofreading, pencetakan buku, dll. Semua proses ini memakan waktu yang berbeda-beda, tergantung jenis buku yang akan diterbitkan dan juga tergantung penerbit itu sendiri. Ada yang hanya memakan waktu satu bulan, tapi ada juga yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan satu tahun lebih. Yang jelas, penulis buku harus sabar dan harus bisa bekerja sama dengan penerbit.


Berbicara tentang pembayaran, ada dua jenis pembayaran yang diberlakukan oleh sebagian besar penerbit di Indonesia, yaitu sistem royalti dan sistem jual putus (flat fee). Kedua sistem ini memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pada sistem royalti, penerbit biasanya membayar dua kali setahun dan ada juga yang satu kali setahun. Besarnya pembayaran royalti tergantung pada volume penjualan buku. Artinya, semakin banyak buku terjual, maka penulis akan memperoleh pembayaran yang lebih besar. Jika buku tersebut laris di pasaran dan terus dicetak ulang, penulis juga akan terus memperoleh royalti. Tetapi jika buku itu tidak laku di pasaran, penulis tidak akan mendapatkan apa-apa. Sedangkan untuk sistem jual putus, penerbit akan membeli naskah buku secara langsung dari penulis dengan jumlah tertentu, misalnya tiga juta rupiah atau lima juta rupiah. Jika penulis menyetujui penawaran dari penerbit, buku tersebut akan diterbitkan dan penulis langsung memperoleh bayaran. Namun, penulis tidak mempunyai hak lagi atas buku itu. Artinya, jika buku itu laris di pasaran dan dicetak ulang, penulis tidak akan mendapatkan apa-apa.

Friday, January 2, 2009

Sekilas tentang Dunia Penulisan Buku (Bagian 4)

Kemana Naskah Buku Diajukan?

Setelah naskah buku selesai digarap, langkah selanjutnya adalah mengajukan naskah tersebut ke penerbit. Pengajuan naskah buku ini bisa dilakukan dengan cara datang langsung ke kantor penerbit, mengirimkan naskah buku melalui pos, atau bisa juga melalui email.


Beberapa penerbit hanya menerbitkan buku-buku dengan tema tertentu (misalnya buku-buku agama atau buku-buku bidang pertanian) atau untuk kalangan tertentu (misalnya untuk siswa sekolah), sementara penerbit lainnya bersedia menerbitkan buku dengan berbagai jenis tema dan untuk semua kalangan. Sebagai penulis, jangan sampai salah dalam mengajukan naskah. Misalnya, Anda menulis buku mengenai cara menanam tanaman buah dalam pot dan Anda mengajukan naskah buku tersebut ke penerbit yang khusus menerbitkan buku-buku pelajaran sekolah. Kemungkinan bisa terbitnya buku itu akan sangat kecil.

Friday, December 26, 2008

Sekilas tentang Dunia Penulisan Buku (Bagian 3)

Apa Yang Harus Ditulis?

Mungkin bagi para pemula, pertanyaan yang muncul di benak mereka adalah: Apa yang harus saya tulis? Sebenarnya apa saja bisa ditulis. Pembaca buku berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, minat, hobi, dan sebagainya. Jika Anda memiliki kiat-kiat praktis di bidang komputer, Anda bisa menulis buku komputer. Jika Anda menguasai bahasa Inggris, Anda bisa menulis buku yang berhubungan dengan bahasa Inggris, misalnya buku tata bahasa (grammar), kosakata (vocabulary), percakapan (conversation), atau buku soal-soal bahasa Inggris yang dilengkapi dengan pembahasannya. Jika Anda hobi berkebun atau menanam bunga-bunga hias dan Anda benar-benar menguasai mengenai hal tersebut, Anda bisa menulis buku panduan praktis menanam bunga hias. Jadi, sebenarnya banyak hal di sekitar kita yang bisa dijadikan bahan untuk menulis buku. Bahkan bagi ibu-ibu yang hobi memasak, mereka bisa menulis buku resep masakan spesial. Buku jenis ini bisa juga laris di pasaran kok.


Mengenai gaya penulisan, itu terserah Anda. Masing-masing penulis buku biasanya memiliki gaya penulisan yang berbeda-beda. Yang jelas, usahakanlah menulis dengan menggunakan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik itu tata bahasa, pemakaian kata, maupun pemakaian tanda baca.


Di bawah ini adalah gambar cover 2 buku dari 7 buku saya yang sudah diterbitkan oleh beberapa penerbit di Indonesia.


Penerbit Dioma Malang


Penerbit Yrama Widya Bandung

Friday, December 19, 2008

Sekilas tentang Dunia Penulisan Buku (Bagian 2)

Apakah menjadi penulis itu harus punya bakat? Tidak juga. Kalau punya bakat menulis, proses tulis-menulis akan menjadi lebih lancar. Tapi itu tidaklah berarti bahwa profesi penulis tertutup bagi mereka yang tidak mempunyai bakat. Kemampuan di bidang tulis-menulis bisa dipelajari dan dikembangkan selama kita memiliki kemauan yang keras, tekun, dan mau berlatih tanpa kenal lelah.

Terus terang, pada awal terjun di dunia tulis-menulis pada 1993, saya tidak memiliki bakat menulis. Saya sering merasa kesulitan dalam mengungkapkan gagasan-gagasan atau pikiran-pikiran saya. Namun, saya terus berusaha belajar, membaca berbagai buku, membaca dan mengamati tulisan-tulisan para penulis lain, serta berlatih menulis. Akhirnya, saya pun berhasil mewujudkan keinginan saya untuk menjadi seorang penulis. Selama tahun 1993-2000 artikel, puisi dan cerpen saya berhasil dimuat di beberapa majalah dan surat kabar di Indonesia. Namun, sejak tahun 2000, saya merasa jenuh dan mulai berpikir untuk mencapai yang lebih tinggi lagi, yaitu menjadi penulis buku. Bisakah?

Ternyata, dengan kerja keras, cita-cita untuk menjadi seorang penulis buku pun tercapai (Untuk cerita yang lebih lengkap, silahkan baca artikel perdana saya di blog ini) Tahun 2002 buku pertama saya berhasil diterbitkan oleh sebuah penerbit di Solo. Hinggi kini (2008) sudah tujuh buku yang diterbitkan. Buku-buku tersebut diterbitkan oleh penerbit-penerbit di Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. Mudah-mudahan karya-karya selanjutnya akan segera menyusul. Betapa bahagianya saat menemukan buku-buku saya terpajang di toko-toko buku terkenal.


Sunday, December 14, 2008

Sekilas tentang Dunia Penulisan Buku (Bagian 1)

Sejak tahun lalu banyak pengunjung blog ini yang meminta saya untuk menulis artikel atau tutorial mengenai proses untuk menjadi seorang penulis buku. Namun, permintaan tersebut belum juga sempat saya penuhi. Nah, sekarang tibalah saatnya bagi saya untuk memenuhinya. (Posting ini dapat juga Anda baca di blog SMART STEPZ dot COM.

Menulis, apakah itu puisi, cerpen, artikel, atau buku, pada dasarnya merupakan sebuah kegiatan kreatif yang membutuhkan ketrampilan khusus. Untuk menjadi seorang penulis dibutuhkan kesabaran dan latihan secara terus-menerus.

Kegiatan tulis-menulis itu sendiri memiliki beberapa manfaat sebagaimana diungkapkan oleh Bernard Percy dalam bukunya The Power of Creative Writing (1981):
  • a tool for self-expression (alat untuk pengungkapan diri)
  • a tool for understanding (alat untuk pemahaman)
  • a tool to help developing personal satisfaction, pride, and a feeling of self-worth (alat untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, dan rasa nilai/harga diri)
  • a tool for increasing awareness and perception of one's environment (alat untuk meningkatkan kesadaran dan persepsi terhadap lingkungan)
  • a tool for active involvement, not passive acceptance (alat untuk keterlibatan secara aktif, bukannya penerimaan secara pasif)
  • a tool for developing an understanding of and ability to use the language (alat untuk mengembangkan pemahaman dan kemampuan menggunakan bahasa)

Monday, March 3, 2008

Successful Authors

A great many successful authors have never taken a writing course or read a writing manual, and they wouldn't want to. Instead, they rely on common-sense measures to improve their writing skills. Realizing, for examples, that reading offers one good way to learn about using words, they are opt to go through several books and magazines a month and pick up pointers on style, organization, point of view and the like from each one. (Judith Appelbaum in How to Get Happily Published)


Banyak pengarang yang sukses tidak pernah mengikuti kursus menulis atau membaca buku manual menulis, dan mereka tidak akan mau. Sebagai gantinya, mereka mengandalkan ukuran-ukuran akal sehat untuk memperbaiki ketrampilan menulis mereka. Misalnya, menyadari bahwa membaca memberikan satu cara yang baik untuk mempelajari cara menggunakan kata-kata, mereka cenderung melahap beberapa buku dan majalah dalam satu bulan dan mengambil hal-hal penting mengenai gaya, pengaturan, sudut pandang dan hal-hal yang serupa dari satu sama lain.

Thursday, February 28, 2008

Literary Publishing Online Editing

A great many people earn their living by writing articles, poems, stories, or books. For them writing is a creative and exciting activity. This activity can also bring them satisfaction. Writing has become a part of their lives. No day without writing.

New writers usually face some difficulties in getting their works published. If you belong to this group, don't worry too much because there is a well established literary site which can accommodate you and help you solve the problem. Greendoor Publishing not only supports established writers but also nurture new writers. If you are interested in poetry, fiction publishing and you do not know what to do, just come to Greendoor Publishing. You can rely on this site because its quality and professionalism are unquestionable.

As a site providing online editing service, Greendoor Publishing has good quality staff and experienced editors. These people are ready to dedicate their life in helping writers and giving the best to the writers. They will try to make your ideas and thoughts come to life.

Another main service offered by Greendoor Publishing is ghost writing. Ghost writers usually take a part in writing special stories or biography. Ghost writers play a very important role in many big projects. Although they cannot be seen physically in writing products, they are actually very professional people. So, if you have interesting, brilliant, and unique ideas but you have difficulties in expressing them in written works, Ghost writers can really help you. After the story is published, you will keep being the only author and get the royalties.